Rabu, 22 Februari 2012

SIKAP MENCINTAI AL-QUR’AN SEBAGAI KITAB ALLAH

Menurut bahasa Al Qur’an berarti bacaan atau yang dibaca, sedangkan menurut istilah Al Qur’an adalah ”Kalamullah berupa mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw., melalui malaikat Jibril dan membacanya adalah ibadah”.
Al Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari atau 23 tahun, 13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah. Al Qur’an terdiri atas 30 juz, 114 surat dan 6236 ayat. Ayat yang pertama kali turun adalah QS Al ’Alaq ayat 1-5 yang turun di Makkah pada tanggal 17 Ramadlan Tahun Pertama Kenabian (6 Agustus 610 M). Sedangkan ayat yang terakhir turun adalah QS Al Maidah ayat 3 yang turun di Madinah pada tanggal 9 Dzulhijjah Tahun 10 Hijriyah.
Al Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang harus dibaca, dipelajari maknanya dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu umat Islam harus memilili sikap mencintai Al Qur’an. Sikap mencintai kitab Suci Al Qur’an dapat ditunjukkan dengan :
1. Tidak menyentuh (memegang) kitab Suci Al Qur’an kecuali dalam keadaan suci dari hadats. Firman Allah SWT dalam QS Al Waqi’ah ayat 79 :
žw ÿ¼çm¡yJtƒ žwÎ) tbr㍣gsÜßJø9$# ÇÐÒÈ
”tidak menyentuhnya (Al Qur’an) kecuali orang-orang yang suci”.
Sabda Rasulullah Saw. :
لاَ يَمَسُّ الْقُرْآنَ إِلاَّ طَاهِرْ (رواه ابو داود و النساء)
“Tidak boleh menyentuh Al Qur’an kecuali orang yang suci”
2. Meletakkan kitab Suci Al Qur’an pada tempat khusus, tidak disembarang tempat dan tidak boleh diletakkan di bawah benda yang lain. Jumhur Ulama mengatakan, ”meletakkan sesuatu di atas Al Qur’an hukumnya haram, karena termasuk perbuatan menghina dan merendahkan Al Qur’an”
3. Membaca kitab Suci Al Qur’an setiap hari meskipun hanya beberapa ayat, sebab membaca Al Qur’an merupakan ibadah. Sabda Rasulullah Saw. :
عَلَيْكَ بِتِلاَوَةِ ا لْقُرْآنِ فَإ نَّهُ نُوْرٌ لَّكَ فِى اْلاَرْضِ وَذُخْرٌ لَّكَ فِى السَّمَآءِ (رواه ابن ماجه)
”Hendaklah engkau membaca Al Qur’an, sebab bacaan Al Qur’an adalah cahaya bagimu di bumi dan simpananmu di langit”
4. Membaca kitab Suci Al Qur’an dengan tartil (sesuai ilmu Tajwid) dan suara yang bagus. Firman Allah SWT dalam QS Al Muzammil ayat 4 :
È@Ïo?uur tb#uäöà)ø9$# ¸xÏ?ös? ÇÍÈ
”... dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan”.
Sabda Rasulullah Saw. :
جَوِّدُ الْقُرْآنَ فَإِنَّ التَّجْوِيْدَ حِلْيَةُ الْقِرَاءَةِ (رواه الترمذى)
“Baguskanlah bacaan Al Qur’an, maka sesungguhnya membaguskan bacaan Al Qur’an itu hiasan qira’ah (bacaan)”
5. Jika mendengar Al Qur’an dibacakan maka diamlah dan dengarkan dengan seksama agar mendapat rahmat.. Firman Allah SWT dalam QS Al A’raf ayat 204 :
#sŒÎ)ur ˜Ìè% ãb#uäöà)ø9$# (#qãèÏJtGó$$sù ¼çms9 (#qçFÅÁRr&ur öNä3ª=yès9 tbqçHxqöè? ÇËÉÍÈ
“dan apabila dibacakan Al Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat”.
Firman Allah SWT dalam QS Al Anfal ayat 2 :
$yJ¯RÎ) šcqãZÏB÷sßJø9$# tûïÏ%©!$# #sŒÎ) tÏ.èŒ ª!$# ôMn=Å_ur öNåkæ5qè=è% #sŒÎ)ur ôMuÎ=è? öNÍköŽn=tã ¼çmçG»tƒ#uä öNåkøEyŠ#y $YZ»yJƒÎ) 4n?tãur óOÎgÎn/u tbqè=©.uqtGtƒ ÇËÈ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal”.
6. Mempelajari dan mengajarkan kitab Suci Al Qur’an kepada orang lain. Sabda Rasulullah Saw. :
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ (رواه مسلم)
”Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya”
7. Menjadikan kitab Suci Al Qur’an sebagai pedoman hidup sehari-hari. Sabda Rasulullah Saw. :
تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ مَا إِنْ تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا لَنْ تَضِلُّوْا اَبَدًا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ رَسُوْلِهِ (رواه الحكيم)
”Kutinggalkan untukmu dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selama berpegang teguh kepada keduanya yaitu Kitabullah (Al Qur’an) dan sunnah Rasul-Nya (Al Hadits)”.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar